Cerita Pengalaman Menggunakan Jasa Transporasi Ojek Online

Sudah lama sekali rasanya tidak mengunakan jasa trasportasi umum seperti bus dan angkutan kota, terakhir menggunakan jasa mereka waktu duduk di bangku sekolah SMP. Setelah itu jika ingin bepergian menggunakan kendaraan sendiri atau di antar saudara dan teman. Karena untuk saat ini hanya dengan beberapa ratus ribu kita sudah dapat membeli sepeda motor, dengan di kredit tentunya.


Pada beberapa hari yang lalu karena sesuatu hal yang penting saya di suruh pergi ke tempat kakak. Karena sepeda motor lagi rewel dan teman/saudara juga pada sibuk bekerja tidak ada yang dapat membantu mengantar ke rumah kakak saya.

Meski masih di dalam kota tapi jaraknya cukup jauh. Untuk ongkos transportasi tidak perlu kuatir karena kakak saya yang akan bayar, dan di anjurkan untuk naik taksi. Naik taksi? Enggak ah ( dalam pikiranku) apalagi sendiri, di dalam taksi hanya bengong dengan pak sopir? Itu sesuatu yang canggung buat saya.

Apalagi pernah punya pengalaman tidak menyenangkan dengan sarana transportasi ini. Pernah suatu ketika pas ingin pulang ke rumah untuk istirahat setelah lelah menunggu kakak yang  sakit selama hampir satu bulan di rawat di rumah sakit, saya ingin naik taksi.

Setahu saya naik taksi itu ya..masuk taksi minta di antar ke arah tujuan dan jika sudah sampai saya bayar sesuai argo . Tapi ini tidak, malah tawar menawar apalagi ada beberapa taksi dari perusahaan berbeda, yang satu minta sekian yang lain sekian, dan ada juga yang tidak mau mengantar.

Karena capek dan bingung saya urungkan naik taksi dan pergi, dan apa yang mereka bilang? Sambil teriak mereka katakan kepada saya “ NAIK BECAK SAJA SANA !”....hadeeh. di kira tidak mampu bayar kali yaa...karena tidak mau cek cok atau juga karena saking lelahnya saya biarkan saja mereka.

Kembali lagi ke carita awal rencana pergi ke rumah kakak. Sarana transportasi lain yang jadi pilihan tentu naik bus, tapi jika naik bus harus naik angkutan umum dahulu terus cari bus apalagi masalah rute yang di tempuh nanti agak jauh, jadi ini bukan pilihan. Tapi kepingin juga muter-muter kota naik bus sudah lama sekali tidak menggunakan transportasi ini 
.
Setelah di pikir sejenak jadi ingat ponakan yang waktu itu menggunakan jasa ojek online pas dia pergi. Langsung saja saya buka hp dan cari aplikasi ojek online di Google Playstore, setelah ketemu dan di download, untuk menggunakan jasa ini di haruskan membuat akun atau registrasi. Setelah selesai membuat dan di pelajari sebentar langsung deh klik GO –RIDE meski ada pilihan lain GO-CAR, tapi saya pilih yang roda dua.

Ada notifikasi untuk mengaktifkan GPS pada ponsel, lalu aktifan. Nah posisi saya sudah terlacak, selanjutnya ketik arah tujuan, seperti pada tampilan google maps posisi dan arah tujuan ditandai dengan garis meliuk mengikuti arah jalur jalan. Di sisi lain ada informasi tentang nama driver atau pengendara ojek online yang akan mengantar dan di sebelahnya jumlah ongkos yang harus di bayar.

Selanjutnya tinggal pesan saja, tidak lama kemudian driver dari ojek online menghubungi, apa benar saya akan menggunakan jasa mereka. Setelah menjawab ya saya di minta sms untuk memberitahukan alamat tepatnya rumah/posisi saya untuk di jemput.

 Dalam aplikasi tertera driver akan sampai pada posisi saya sekitar 5 menit, jadi saya tunggu sambil berkata dalam hati apa iya dalam 5 menit sampai?
Dan ternyata benar, tidak lama kemudian ojeknya datang. Untuk wajah driver sama seperti pada aplikasi waktu pemesanan. Untuk pertama kali ini saya di antar oleh bapak-bapak yang bisa di bilang sudah berumur dan berkeluarga. Si bapak memberi saya masker untuk di pakai sambil menanyakan ulang arah tujuan saya.

Karena pada aplikasi arah tujuan di tunjukkan ke arah yang tidak biasa saya lalui jika menggunakan sepeda motor sendiri saya meminta bapaknya untuk mengambil rute yang saya maksud, dan si bapak juga bilang tidak masalah.Dalam berkendara si bapak juga tenang, tidak ngebut dan timing untuk menyalip dan memtong jalan juga bisa di bilang dewasa sakali.

Dalam perjalanan saya berfikir, wah enak juga jasa transportasi seperti ini, praktis,murah, cepat,ramah dan efisien. Meski sebenarnya sepeda motor bukan sarana transportasi untuk umum tapi pribadi, mungkin hal ini juga yang menyebabkan jasa transportasi model ini menjadi kontroversi di negeri ini selain masalah regulasi, keamanan dan lain-lain.

Setelah sampai tujuan, saya coba tanyakan berapa ongkos yang harus di bayar. Si bapak mengambil ponselnya dan membuka aplikasi lalu mengatakan sekian puluh ribu rupiah. Ternyata benar-benar sesuai yang tertera di aplikasi, dan sayapun membayarnya. 

Tidak lama kemudian ponsel saya begetar pertanda ada pesan masuk, eh..ternyata dari aplikasi ojek online tadi memberitahukan kalau layanan saya sudah selesai, sebelum menutup aplikasi saya di haruskan memberi rating, entah untuk jasa ini atau untuk si bapak driver saya tadi. Tapi saya anggap rating kepuasan untuk bapak , dan tanpa ragu saya kasih 5 bintang.

Saya menginap satu hari di rumah kakak , dan untuk pulang kembali lagi kerumah saya coba kembali menggunakan jasa ojek online ini. Setelah selesai persiapan saya buka aplikasi dan melakukan pemesanan seperti sebelumnya. Tapi kali ini agak ragu apa iya driver bisa sampai ke posisi saya dalam waktu 6 menit seperti yang sesuai dalam aplikasi, karena rumah kakak saya berada di pinggir kota bisa di katakan sudah desa juga.

Untuk kali ini saya mendapatkan driver yang masih muda (photo wajah) di informasi dalam aplikasi. Setelah menunggu ojek pun datang , sama seperti sebelumnya ojek datang sesuai waktu yang tertera pada aplikasi.

Untuk kali ini driver tidak memberi saya masker, setelah memberi helm dan menanyakan alamat tepatnya driverpun paham dan perjalanan di mulai. Yang saya rasakan kali ini tidak seperti waktu pertama kali dengan driver si bapak.

Saya merasakan rasa khas anak muda dalam berkendara, cepat, menyalip dan meliuk. Jika ada jalan berlubang dan tidak rata kecepatan masih sama, jadi kurang nyaman. Dan yang paling membuat saya (WHAT???) ketika lampu merah dan padat, driver mengambil jalur trotoar, ya...lewat trotoar (hadeh) entah kenapa saya juga diam saja tidak mengingatkan. Dalam hati dan pikiran prihatin,sedih, tapi juga menertawakan, entah apa yang saya tertawakan.

Setelah sampai di depan rumah ongkos yang harus di bayar juga sesuai aplikasi, untuk kali ini saya tidak memberi rating dengan 5 bintang kepada mas’e ini, bintang saya kurangi.

Selain layanan ojek, dalam apliksai ini juga menawarkan jasa lainnya seperti mengirim barang, pesan makanan, tiket film dan lain-lain. Dari beberapa layanan saya tertarik dengan layanan jasa pemesanan makanan dan akan saya coba suatu saat nanti.

Semoga kedepannya kita sebagai masyarakat bisa mendapatkan model jasa transportasi yang aman, murah dan efisien. Untuk jasa transportasi yang sudah ada semoga lebih baik ,dengan tidak lupa khususnya para driver untuk memperhatikan kenyamanan dan keamanan penumpang. Jangan ngebut!!!.

Artikel Terkait

Cerita Pengalaman Menggunakan Jasa Transporasi Ojek Online
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email